Penulisan ilmiah (sederhana)

BAB  I

PENDAHULUAN

I.1        Latar Belakang Masalah

Dengan semakin berkembangnya dunia usaha yang begitu pesat akhir-akhir ini mengakibatkan timbulnya berbagai macam masalah, salah satu diantaranya adalah masalah transaksi penjualan lokal di PT. Pratama Abadi Industri, yaitu perusahaan yang mendapat fasilitas Kawasan Berikat. Penjualan lokal terjadi karena adanya permintaan akan cetakan (Mold) untuk insole dan outsole sepatu dari perusahaan di Daerah Pabean Indonesia yang ditujukan pada PT. Pratama Abadi Industri. Perusahaan di Kawasan Berikat diperbolehkan menjual produk mereka ke perusahaan di Daerah Pabean Indonesia, dengan syarat harus dipenuhi dahulu kewajiban bea dan pajaknya.

I.2        Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah yang telah penulis sampaikan dimuka, terdapat rumusan masalah yang perlu ditelusuri lebih jauh, yaitu :

  1. Bagaimana perhitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam penjualan lokal satu set outsole mold (cetakan luar sepatu) pada PT. Pratama Abadi Industri ?
  2. Bagaimana perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 Impor dalam penjualan lokal satu set outsole mold (cetakan luar sepatu) pada PT. Pratama Abadi Industri ?

I.3        Batasan Masalah

Agar penelitian yang dilakukan sesuai dengan judul diatas, maka dalam   penulisan ini, penulis membatasi masalah pada perhitungan PPN dan PPh pasal 22 impor dalam penjualan lokal satu set outsole mold (cetakan luar sepatu) ke PT. Naga Sakti Paramashoes Industri (DPIL), untuk jenis sepatu olahraga pria ukuran 41 pada PT. Pratama Abadi Industri dengan data tanggal 18 bulan Desember tahun 2002.

I.4        Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah :

  1. Untuk mengetahui perhitungan PPN dalam penjualan lokal satu set outsole mold pada PT. Pratama Abadi Industri.
  2. Untuk mengetahui perhitungan PPh pasal 22 impor dalam penjualan lokal satu set outsole mold pada PT. Pratama Abadi Industri.

I.5        Metodologi Penelitian

Untuk melengkapi penyusunan penulisan ilmiah ini, data dan informasi yang diperlukan penulis diperoleh dengan cara :

  1. Studi Pustaka

Yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku dan literatur-literatur yang berhubungan dengan penulisan ini.

BAB  II

LANDASAN TEORI

II.1      Definisi Pajak

Definisi pajak menurut R. Santoso Brotodihardjo (1993;2), mengatakan bahwa pajak ialah :

“Iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan ) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan , dengan tidak mendapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk , dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubungan dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintah.”

BAB III

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

III.1 Sejarah Perusahaan

PT.Pratama Abadi Industri adalah sebuah perusahaan yang mendapat fasilitas Kawasan Berikat dengan ijin dari Menteri Keuangan, yang tertuang dalam keputusan Menteri Keuangan RI Nomor : 355 / KMK.05/1994 yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 13 Juli 1994.

PT.Pratama Abadi Industri terletak di jalan Raya Serpong Km.7,Pakulonan, Serpong, Tangerang dengan luas lokasi 150.000 M2 mempekerjakan karyawan sejumlah 7180 orang, dengan jumlah karyawan laki- laki 1380 orang (19,2%) dan jumlah karyawan wanita 5800 orang (80,8%). Adapun beberapa kegiatan yang dilakukan perusahaan dan penghargaan yang didapat perusahaan dari tahun 1994 – 2002 , yaitu :

  1. Tahun 1994 menyelesaikan Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan ke Pemerintah.
  2. Tahun 1998 mendapat penghargaan lingkungan dari Pemerintah   Daerah Tangerang.
  3. Tahun 1999 mengurangi pencemaran udara dengan mengganti boiler sampah dengan boiler bbm dan perusahaan mendapat penghargaan Kesadaran HIV/AIDS dari APINDO.
  4. Tahun 2000 Kampanye Hari Bumi, dengan menanam pohon setiap bulan.
  5. Tahun 2001 mengurangi EVA scrap, dengan membangun CMP Lines dan Perusahaan Injection Phylon dan mengurangi pencemaran air dengan membangun Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) dengan kapasitas 400 m3/hari.

BAB IV

PEMBAHASAN

Dalam bab ini penulis melakukan perhitungan PPN dan PPh pasal 22 impor dengan melihat data kebutuhan bahan baku untuk membuat satu set outsole mold dengan data tanggal 18 Desember 2002.

IV.2     Analisis Data

PT. Pratama Abadi Industri diharuskan membuat dokumen PIB setiap melakukan transaksi penjualan lokal, yang bagi perusahaan biasa dibuat sewaktu melakukan transaksi impor. Dokumen PIB harus dibuat karena secara status hukum PT. Pratama Abadi Industri belum berada di Indonesia, karenanya transaksi penjualan lokalnya dipersamakan dengan transaksi impor. Dokumen PIB mencakup jumlah PPN dan PPh pasal 22 impor yang harus dibayar oleh             PT. Pratama Abadi Industri. Pada tabel IV.2 terlihat perhitungan jumlah PPN berdasarkan harga bahan baku impor. PPN berdasarkan harga bahan baku impor dihitung ketika PT. Pratama Abadi Industri melaporkan bahan-bahan baku yang diimpor beserta harga impornya kepada Dirjen Bea dan Cukai. Bahan-bahan baku yang diimpor dikenakan tarif PPN sebesar 10%.Selain wajib membayar PPN,   PT. Pratama Abadi Industri juga wajib membayar PPh pasal 22 impor. Pada tabel IV.3 terlihat perhitungan jumlah PPh pasal 22 impor berdasarkan harga bahan baku impor. Bahan-bahan baku yang diimpor dikenakan tarif PPh pasal 22 impor sebesar 2,5% karena PT. Pratama Abadi Industri mempunyai API (Angka Pengenal Impor) atau APIT (Angka Pengenal Impor Terbatas).

BAB V

PENUTUP

V.1      Kesimpulan

Jumlah PPN yang harus dibayar berdasarkan harga impor adalah sebesar            Rp 93.870,00 sedangkan jumlah PPh pasal 22 impor yang harus dibayar berdasarkan harga impor adalah sebesar Rp 23.468,00. Jumlah PPN dan PPh pasal 22 impor sebesar harga impor harus diganti sebesar harga penyerahan mengingat Kep. Dirjen Bea dan Cukai No.63/BC/1997 pasal 38 ayat 7 bagian C dan Kep. Menteri Keuangan No. 291/KMK.05/1997 pasal 17 ayat 2 bagian C. Jumlah PPN yang harus dibayar berdasarkan harga penyerahan adalah sebesar Rp 1.463.055,00 sedangkan jumlah PPh pasal 22 impor yang harus dibayar berdasarkan harga penyerahan adalah sebesar Rp 365.754,00. PT. Pratama Abadi Industri lalu  mengganti jumlah PPN dan PPh pasal 22 impor berdasarkan harga impor yang  tertera dalam dokumen PIB menjadi jumlah PPN dan PPh pasal 22 impor sebesar harga penyerahan. Jumlah PPN yang dibayarkan sebesar harga penyerahan akan mendapat penggantian dari PT Naga Sakti Paramashoes Industri, sedangkan jumlah PPh pasal 22 impor akan mendapat penggantian dari PPh pasal 29. Penjualan lokal yang dilakukan PT.Pratama Abadi Industri tidak melanggar Kep.Menkeu.no.349/KMK.01/1999 pasal 10 ayat 7 bagian b.1 tentang batas penjualan ke DPIL (1%<50%). Penjualan ke PT. Naga Sakti Paramashoes Industri tersebut juga tidak melanggar kebijakan yang dibuat PT.Pratama Abadi Industri sendiri (1%<5%).